Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan Aktif dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS di Acara Halaqah

Home blog Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan Aktif dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS di Acara Halaqah
Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan Aktif dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS di Acara Halaqah
Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan Aktif dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS di Acara Halaqah

Bupati Tegal, Umi Azizah, mengajak para ulama dan tokoh agama untuk turut serta dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di wilayahnya. Ajakan ini disampaikan dalam acara Halaqah yang digelar di Pendopo Kabupaten Tegal, Senin (20/11/2023).

Dalam sambutannya, Umi Azizah menekankan pentingnya peran ulama sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Ia berharap para ulama dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya TBC dan HIV/AIDS.

“Kami mengajak para ulama untuk bersama-sama memerangi TBC dan HIV/AIDS. Melalui peran strategis mereka, kita bisa menyebarkan informasi yang benar dan menghilangkan stigma negatif terhadap penderita,” ujar Umi Azizah.

Acara Halaqah ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, serta organisasi masyarakat. Diskusi interaktif digelar untuk membahas strategi efektif dalam penanggulangan kedua penyakit tersebut.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa kasus TBC dan HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, keterlibatan para ulama diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengobatan di tingkat komunitas.

Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC atau HIV/AIDS. Dengan deteksi dini, pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Kita harus berani bicara terbuka tentang penyakit ini. Jangan biarkan stigma membuat penderita merasa terisolasi. Dukungan dari ulama dan tokoh agama sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif,” tambahnya.

Acara Halaqah ini merupakan bagian dari program nasional untuk mempercepat eliminasi TBC dan HIV/AIDS di Indonesia. Dengan melibatkan tokoh agama, diharapkan pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.