
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan studi mendalam mengenai bagaimana aspek hak asasi manusia (HAM) memengaruhi upaya penanganan HIV/AIDS di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh individu yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam mengakses layanan kesehatan dan dukungan sosial, terutama yang berkaitan dengan stigma dan diskriminasi.
Fokus Penelitian BRIN di Palu
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti BRIN ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis HAM dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Tim peneliti akan mengkaji kebijakan dan praktik di lapangan, termasuk bagaimana pelayanan kesehatan memperlakukan ODHA, serta sejauh mana partisipasi komunitas terdampak dalam perencanaan dan implementasi program. Palu dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki karakteristik sosial dan budaya yang unik, serta menghadapi tantangan khusus pasca-bencana gempa dan likuifaksi tahun 2018 yang lalu.
Dampak Stigma dan Diskriminasi
Salah satu fokus utama adalah dampak negatif dari stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Stigma tidak hanya menghalangi seseorang untuk melakukan tes HIV dan memulai pengobatan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi psikologis dan sosial mereka. BRIN berharap temuan dari penelitian ini dapat memberikan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi ODHA, sehingga target pengendalian epidemi HIV/AIDS dapat tercapai.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palu dan berbagai organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil awal penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam penyediaan layanan, masih terdapat kesenjangan signifikan antara kebijakan yang pro-HAM dengan implementasinya di tingkat akar rumput.
Dengan kajian ini, BRIN berkomitmen untuk memberikan kontribusi ilmiah yang dapat memperkuat sistem kesehatan dan perlindungan HAM bagi seluruh warga, khususnya kelompok rentan seperti ODHA. Temuan lengkap dari penelitian ini dijadwalkan akan dipublikasikan pada akhir tahun 2024.