
Dalam upaya meraih simpati publik menjelang pemilihan umum, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menyebut Iran sebagai ‘kanker’ dan secara tegas menolak pembentukan negara Palestina.
Pernyataan keras ini disampaikan Netanyahu dalam sebuah pidato politik yang bertujuan menggalang dukungan dari pemilih garis keras. Baginya, ancaman Iran terhadap keamanan Israel sama seperti penyakit ganas yang harus dieradikasi.
Netanyahu juga kembali menegaskan penolakannya terhadap solusi dua negara, yang selama ini didukung komunitas internasional sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina. Ia menganggap bahwa memberikan kemerdekaan penuh kepada Palestina akan membahayakan eksistensi Israel.
Pendekatan keras ini dinilai sebagai strategi politik Netanyahu untuk menguatkan basis dukungannya di tengah persaingan ketat pemilu. Namun, sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Arab dan pendukung perdamaian.