
RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah terbaru yang diambil adalah dengan menghadirkan teknologi PET-CT Scan. Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara PET-CT Scan dengan CT Scan atau MRI yang lebih umum dikenal?
PET-CT Scan merupakan gabungan dari dua teknologi pencitraan medis, yaitu Positron Emission Tomography (PET) dan Computed Tomography (CT). Melalui perangkat ini, dokter dapat memperoleh gambaran detail mengenai struktur anatomi tubuh sekaligus aktivitas metabolisme sel. Hal ini sangat membantu dalam mendeteksi penyakit seperti kanker, gangguan jantung, hingga kelainan neurologis secara lebih akurat.
Sementara itu, CT Scan atau Computed Tomography Scan hanya fokus pada pemotretan struktur tubuh menggunakan sinar-X. Hasilnya berupa penampang melintang organ dan jaringan, yang bermanfaat untuk melihat adanya tumor, patah tulang, atau perdarahan. Sedangkan MRI atau Magnetic Resonance Imaging menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar jaringan lunak secara lebih mendetail, seperti otak, sumsum tulang belakang, dan sendi.
Perbedaan utama antara PET-CT Scan dan CT Scan atau MRI terletak pada kemampuannya. PET-CT Scan tidak hanya menunjukkan bentuk organ, tetapi juga fungsi metaboliknya. Misalnya, pada kasus kanker, sel kanker yang aktif secara metabolik akan tampak lebih terang pada hasil PET. Kombinasi data dari PET dan CT memungkinkan lokasi pasti sel abnormal diketahui, sehingga penanganan bisa lebih tepat sasaran.
Dengan kehadiran PET-CT Scan di RSUD AWS Samarinda, diharapkan pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani pemeriksaan serupa. Pelayanan diagnostik yang lebih komprehensif ini akan mendukung upaya deteksi dini dan penanganan penyakit yang lebih efektif. Rumah sakit juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia dan peralatan medis guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Timur.