
Seorang petani di Jambi kini harus merelakan masa-masa produktifnya untuk berjuang melawan penyakit tumor yang dideritanya. Kondisi ini membuatnya tak lagi sanggup menggarap sawah dan ladang, sehingga sumber penghidupan keluarganya pun ikut terancam.
Pria yang sebelumnya dikenal pekerja keras itu mendapati tubuhnya semakin lemah seiring pertumbuhan tumor. Aktivitas sehari-hari yang dulu dijalaninya dengan ringan, kini terasa sangat berat. Ia bahkan kesulitan untuk sekadar berjalan atau melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana.
Keluarga pasien berharap ada perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum, untuk memberikan bantuan medis maupun finansial. Tanpa pertolongan yang memadai, bukan tidak mungkin kondisi sang petani akan semakin parah dan sulit dipulihkan.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan yang belum optimal, mereka sangat menggantungkan harapan pada kepedulian sesama. Semoga kisah ini menjadi pengingat betapa pentingnya solidaritas dan bantuan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.