
Inggris tengah menorehkan catatan bersejarah di dunia kesehatan. Negara ini diproyeksikan menjadi negara pertama yang berhasil menghilangkan hepatitis C sebagai ancaman kesehatan masyarakat. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi nasional yang komprehensif, termasuk skrining massal, akses pengobatan yang luas, dan pengurangan harga obat.
Langkah Maju yang Belum Pernah Terjadi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan eliminasi hepatitis C pada tahun 2030. Namun, Inggris diperkirakan akan mencapai target tersebut jauh lebih cepat. Data menunjukkan penurunan drastis pada kasus baru dan kematian akibat penyakit ini. Hal ini tidak lepas dari program deteksi dini yang agresif, terutama di kalangan pengguna narkoba suntik dan populasi berisiko tinggi lainnya.
Faktor Kunci Keberhasilan
Beberapa faktor utama mendorong kemajuan ini. Pertama, kesepakatan pemerintah dengan perusahaan farmasi untuk menurunkan harga obat antivirus kerja langsung (DAA) secara signifikan. Kedua, perluasan akses pengobatan di pusat-pusat layanan kesehatan, termasuk klinik komunitas dan penjara. Ketiga, kampanye kesadaran publik yang masif untuk mengurangi stigma dan mendorong tes.
Pakar kesehatan menyebut bahwa keberhasilan Inggris dapat menjadi model bagi negara lain. Dengan pendekatan yang tepat, eliminasi hepatitis C bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan target yang realistis. Inggris kini hanya tinggal selangkah lagi untuk mengukir sejarah sebagai negara pertama yang benar-benar bebas dari ancaman hepatitis C.