
Selama ini, asam urat identik dengan penyakit orang tua. Namun, seorang pakar dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mengungkapkan fakta mengejutkan: anak-anak dan remaja juga bisa terkena penyakit ini. Temuan ini menjadi peringatan bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap pola makan dan gaya hidup buah hati mereka.
Faktor Risiko Asam Urat pada Usia Muda
Menurut sang pakar, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko asam urat pada anak dan remaja. Faktor utama adalah konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan. Makanan seperti jeroan, seafood, daging merah, dan minuman manis menjadi pemicu utama. Selain itu, faktor genetik juga memegang peranan penting. Jika ada riwayat keluarga dengan asam urat, risiko anak untuk mengalaminya akan lebih tinggi.
Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai
- Konsumsi minuman bersoda dan kemasan dengan gula tinggi.
- Sering mengonsumsi makanan cepat saji dan camilan olahan.
- Kurang minum air putih sehingga ginjal tidak optimal membuang asam urat.
- Obesitas atau kelebihan berat badan yang membebani metabolisme tubuh.
Pakar tersebut menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama pencegahan. Orang tua disarankan untuk membatasi asupan makanan tinggi purin pada anak, mendorong konsumsi buah dan sayur, serta memastikan anak cukup beraktivitas fisik. Deteksi dini juga penting, terutama jika anak sering mengeluh nyeri sendi atau bengkak tanpa sebab yang jelas.
Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat melindungi generasi muda dari risiko asam urat yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa memicu masalah kesehatan serius di kemudian hari.