
Angka penderita diabetes dan hipertensi di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat. Untuk menekan laju pertumbuhan kasus, warga didorong untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif dengan rutin berolahraga dan bergerak.
Data dari Dinas Kesehatan setempat menunjukkan bahwa tren kenaikan ini tidak bisa diabaikan. Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab, mulai dari pola makan yang tidak sehat hingga kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya gerak badan terus digencarkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk menyisihkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk berolahraga ringan. Kegiatan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam pagi dianggap cukup efektif dalam menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan terdekat sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan angka kesakitan akibat diabetes dan hipertensi dapat ditekan, sehingga kualitas hidup masyarakat Mojokerto semakin baik.