
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kependidikan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 69 yang bertugas di Desa Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, menginisiasi program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan penularan tuberkulosis (TBC).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada warga mengenai cara penularan TBC, gejala-gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sehari-hari. Para mahasiswa juga membagikan masker dan leaflet informasi sebagai bagian dari upaya sosialisasi.
Koordinator desa KKN-PK 69 Unhas, Ahmad Fauzan, menyampaikan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC. “Banyak warga yang belum tahu bahwa TBC bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui percikan dahak saat penderita batuk atau bersin. Mereka menekankan pentingnya menjaga ventilasi rumah, tidak meludah sembarangan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk berkepanjangan.
Kepala Desa Arateng, Andi Mappatunru, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PK Unhas. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Semoga warga semakin peduli terhadap kesehatan dan bisa menerapkan pola hidup bersih,” katanya.
Program ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan KKN-PK 69 Unhas di Desa Arateng yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan angka penularan TBC di wilayah tersebut dapat ditekan.