
Seorang dokter spesialis saraf dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengungkap penyebab mengapa banyak kasus stroke terjadi di dalam kamar mandi. Fenomena ini seringkali mengejutkan karena terjadi di tempat yang dianggap aman dan privat.
Faktor Risiko di Kamar Mandi
Menurut sang dokter, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke saat seseorang berada di kamar mandi. Pertama, perubahan suhu yang drastis. Saat mandi dengan air dingin atau panas secara tiba-tiba, tubuh mengalami perubahan tekanan darah yang signifikan. Hal ini bisa memicu pecahnya pembuluh darah pada pasien yang memiliki hipertensi atau aneurisma.
Kedua, posisi tubuh yang kurang ergonomis. Aktivitas seperti mengejan saat buang air besar atau berdiri terlalu cepat setelah jongkok dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen dan intrakranial. Kondisi ini sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke.
Kebiasaan Sehari-hari yang Berbahaya
Selain itu, kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol sebelum masuk kamar mandi juga menjadi pemicu. Zat-zat tersebut dapat memicu vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang berujung pada stroke. Dokter menyarankan agar masyarakat lebih waspada dan menghindari aktivitas yang memicu perubahan tekanan darah mendadak.
- Hindari mandi dengan air yang terlalu panas atau terlalu dingin secara mendadak.
- Jangan mengejan terlalu keras saat buang air besar.
- Berdiri secara perlahan setelah duduk atau jongkok.
- Hindari merokok atau minum alkohol sebelum mandi.
Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko terkena stroke di kamar mandi. Tetap jaga kesehatan dan konsultasikan dengan dokter jika memiliki faktor risiko tinggi.