
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengeluarkan imbauan menarik terkait pola makan masyarakat. Beliau menyarankan untuk mulai mengganti konsumsi nasi putih dengan kimpul, sejenis umbi-umbian yang diyakini lebih sehat, terutama bagi para penderita diabetes.
Kimpul, yang juga dikenal dengan nama talas belitung, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih. Hal ini membuatnya menjadi pilihan karbohidrat yang lebih aman karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Kandungan seratnya yang tinggi juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.
Menurut Menkes Budi, diversifikasi pangan seperti ini penting untuk mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk diabetes melitus yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. “Kita harus mulai membiasakan diri untuk tidak bergantung pada nasi saja. Banyak sumber karbohidrat lain yang lebih sehat dan mudah didapat, seperti kimpul,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Selain baik untuk gula darah, kimpul juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin B6, kalium, dan magnesium. Kandungan antioksidannya pun dipercaya dapat membantu melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh.
Meski demikian, para ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi kimpul tetap harus dalam porsi yang wajar dan diimbangi dengan asupan gizi seimbang. Kimpul bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti direbus, dikukus, atau dijadikan tepung untuk membuat kue atau roti.
Langkah Menkes ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama para pegiat pola hidup sehat dan penderita diabetes yang selama ini kesulitan mencari alternatif pengganti nasi yang praktis dan bergizi.