
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melaporkan temuan puluhan kasus HIV/AIDS selama tahun 2026. Fakta mengejutkan muncul karena mayoritas penderita ternyata bukan penduduk asli Mataram, melainkan berasal dari luar daerah.
Data Kasus HIV di Mataram
Berdasarkan catatan Dinkes Mataram, hingga pertengahan tahun 2026 sudah terdeteksi sebanyak 78 kasus HIV baru. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Profil Penderita HIV
Dari total kasus yang ditemukan, sekitar 65% penderita merupakan warga pendatang atau yang bekerja di Mataram. Sisanya adalah penduduk tetap kota ini. Kelompok usia produktif, yaitu 25 hingga 49 tahun, mendominasi angka tersebut.
“Kami menemukan bahwa sebagian besar kasus HIV di Mataram justru berasal dari orang yang bukan ber-KTP Mataram. Mereka datang untuk bekerja atau menetap sementara,” ujar Kepala Dinkes Mataram, dr. Hj. Lalu Sirajul Hadi, saat dihubungi awak media.
Langkah Penanggulangan
Dinkes Mataram terus menggencarkan program deteksi dini dan edukasi kesehatan. Salah satu upaya konkret adalah menyediakan layanan tes HIV gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit rujukan.
“Kami juga bekerja sama dengan perusahaan dan komunitas untuk menjangkau kelompok berisiko tinggi. Sosialisasi penggunaan kondom dan pentingnya tes rutin terus kami dorong,” tambah dr. Hadi.
Selain itu, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak mendiskriminasi penderita HIV. Dukungan dan pemahaman yang baik diharapkan dapat menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
Faktor Penyebab
Para ahli menduga tingginya mobilitas penduduk menjadi salah satu pemicu utama. Mataram sebagai ibu kota provinsi dan pusat ekonomi menarik banyak pekerja dari berbagai daerah. Interaksi sosial yang tinggi tanpa disertai perilaku seksual aman meningkatkan risiko penularan.
“Pencegahan paling efektif adalah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, setia pada pasangan, serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian,” jelas dr. Hadi.
Dinkes Mataram berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus dan memperkuat sistem kesehatan dalam menghadapi epidemi HIV di wilayahnya.