
Upaya pencegahan penularan HIV pada anak perlu terus ditingkatkan. Selain itu, stigma dan sikap diskriminatif terhadap pengidap HIV/AIDS harus segera diakhiri.
Pernyataan ini mengemuka dalam sebuah diskusi yang menyoroti perlunya perlindungan anak dari risiko penularan HIV. Para ahli menekankan pentingnya edukasi dan akses layanan kesehatan yang merata bagi ibu hamil dan anak-anak.
Stigma dan diskriminasi yang masih melekat di masyarakat justru menjadi penghalang utama dalam upaya pencegahan. Banyak orang enggan melakukan tes atau mencari pengobatan karena takut dikucilkan.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. Masyarakat harus diedukasi bahwa HIV bukanlah aib, melainkan kondisi medis yang bisa dikelola dengan baik.
Pemerintah dan lembaga terkait didorong untuk memperkuat program pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA). Program ini mencakup pemeriksaan HIV pada ibu hamil, pemberian obat antiretroviral (ARV), serta dukungan psikososial.
Dengan langkah yang tepat, penularan HIV pada anak bisa ditekan hingga ke titik terendah. Namun, semua ini hanya bisa tercapai jika stigma dan diskriminasi benar-benar dihapuskan.