
Pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang ke-17 tahun ini, tema yang diangkat adalah ‘Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis!’. Tema ini menekankan pentingnya upaya bersama untuk memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan, dan mewujudkan eliminasi hepatitis di Indonesia.
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, obat-obatan, atau kondisi autoimun. Virus hepatitis yang paling umum adalah hepatitis A, B, C, D, dan E. Di Indonesia, hepatitis B dan C menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi hepatitis B, melakukan skrining pada kelompok berisiko, serta memberikan pengobatan bagi penderita hepatitis B dan C. Kolaborasi dengan organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta juga diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan.
Masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan deteksi dini, pengobatan dapat segera diberikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan alat makan sendiri, dan menghindari penggunaan jarum suntik bersama, juga dapat mencegah penularan hepatitis.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-17 ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya pencegahan, deteksi, dan pengobatan hepatitis. Dengan perluasan akses dan penguatan kolaborasi, eliminasi hepatitis bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang dapat dicapai bersama.