
Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam upaya menangani kasus tuberkulosis (TB) dan HIV yang masih menjadi perhatian serius di wilayah tersebut. Sebanyak 7.691 pasien tercatat menjalani penanganan melalui program sinergi ini.
Langkah Strategis Penanganan TB-HIV
Upaya kolaboratif ini melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta organisasi masyarakat sipil. Fokus utama adalah mempercepat deteksi dini, meningkatkan akses pengobatan, dan memastikan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda menegaskan bahwa pendekatan terpadu sangat penting mengingat tingginya angka koinfeksi TB-HIV. Pasien dengan HIV lebih rentan terkena TB aktif, sehingga penanganan simultan menjadi kunci keberhasilan.
Pencapaian dan Target
Hingga saat ini, program telah menjangkau ribuan pasien dengan berbagai layanan, termasuk skrining rutin, pengobatan langsung (DOT), dan dukungan psikososial. Pemerintah menargetkan penurunan angka putus berobat serta peningkatan angka kesembuhan pasien.
- Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam diagnosis dan tata laksana TB-HIV
- Penguatan sistem rujukan antar fasilitas layanan
- Edukasi masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap penderita TB dan HIV
Dengan sinergi yang solid, Samarinda optimistis mampu menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup para pasien. Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.