
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebutkan sebanyak 522 pelajar di Sidoarjo terinfeksi HIV/AIDS. Dalam keterangannya, Emil menegaskan bahwa data tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.
Pernyataan Resmi Wagub Jatim
Menurut Emil, angka tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya karena belum ada laporan resmi dari Dinas Kesehatan maupun Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat. Ia meminta publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang. Jangan sampai informasi yang tidak akurat justru menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Emil di sela-sela kegiatannya.
Langkah Antisipasi Pemprov Jatim
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri telah memiliki program deteksi dini dan edukasi tentang HIV/AIDS di kalangan remaja. Emil menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai penyakit ini.
“Kami akan terus menggencarkan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala di sekolah-sekolah. Ini adalah upaya preventif yang harus dilakukan bersama,” tambahnya.
Fakta di Lapangan
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Sidoarjo belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jumlah pelajar yang terinfeksi HIV. Beberapa sumber menyebutkan bahwa data 522 orang tersebut mungkin merupakan akumulasi dari beberapa tahun terakhir, bukan kasus baru dalam satu periode.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah berjanji akan memberikan data yang akurat setelah proses verifikasi selesai.