
Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis melaporkan temuan 35 kasus baru HIV selama periode Januari hingga Juni tahun ini. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penderita adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).
Kepala Diskes Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. H. M. Faisal, menyatakan bahwa angka ini tergolong tinggi dan perlu mendapat perhatian serius. “Dari 35 kasus yang terdeteksi, sekitar 70 persen di antaranya adalah LSL. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih gencar melakukan edukasi dan pencegahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penemuan kasus ini merupakan hasil dari skrining rutin yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Selain LSL, kasus HIV juga ditemukan pada kelompok ibu rumah tangga dan remaja.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegas Faisal.
Diskes Bengkalis juga berencana memperluas jangkauan layanan konseling dan tes HIV ke desa-desa, serta bekerja sama dengan komunitas untuk menyasar kelompok rentan. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penularan HIV di wilayah tersebut.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, secara nasional kasus HIV masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, peran aktif semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan untuk memutus rantai penularan.