Pemkab Kobar Percepat Program Triple Eliminasi dengan Optimalisasi Penanganan Hepatitis B

Home blog Pemkab Kobar Percepat Program Triple Eliminasi dengan Optimalisasi Penanganan Hepatitis B
Pemkab Kobar Percepat Program Triple Eliminasi dengan Optimalisasi Penanganan Hepatitis B
Pemkab Kobar Percepat Program Triple Eliminasi dengan Optimalisasi Penanganan Hepatitis B

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk mempercepat program Triple Eliminasi. Salah satu fokus utama adalah memperkuat layanan kesehatan terkait penyakit Hepatitis B, yang menjadi salah satu komponen penting dalam program ini.

Triple Eliminasi sendiri merupakan upaya bersama untuk menghilangkan tiga jenis infeksi menular, yaitu HIV, Sifilis, dan Hepatitis B, dari ibu hamil ke bayinya. Program ini sejalan dengan target global dan nasional untuk menekan angka penularan dari ibu ke anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, melalui keterangan resminya, menjelaskan bahwa penguatan layanan Hepatitis B menjadi prioritas karena penyakit ini masih cukup tinggi prevalensinya di wilayah tersebut. Dengan layanan yang lebih baik, diharapkan deteksi dini dan penanganan kasus dapat dilakukan secara maksimal.

“Kami melakukan berbagai upaya, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan alat diagnostik yang memadai, hingga sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama bagi ibu hamil,” ujar perwakilan Dinkes Kobar.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan akses terhadap skrining dan pengobatan yang tepat. Dengan demikian, risiko penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak dapat ditekan seminimal mungkin.

Program Triple Eliminasi di Kobar juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayah tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk mencapai target eliminasi pada tahun 2030 mendatang.

Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam memeriksakan kesehatannya, terutama bagi pasangan usia subur dan ibu hamil. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga generasi penerus dapat terhindar dari penyakit menular tersebut.