
Sebuah artikel dari ANTARA News mengingatkan para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memberikan asupan protein kepada anak-anak mereka. Konsumsi protein yang berlebihan, terutama dari sumber hewani, ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan ginjal pada anak.
Mengapa Protein Berlebih Berbahaya?
Ginjal berfungsi menyaring sisa metabolisme protein, yaitu urea. Jika asupan protein terlalu tinggi, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang urea tersebut. Pada anak-anak yang ginjalnya masih dalam masa perkembangan, beban kerja ekstra ini dapat memicu kerusakan ginjal jangka panjang, seperti penurunan fungsi ginjal atau bahkan gagal ginjal.
Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala awal gangguan ginjal akibat kelebihan protein antara lain:
- Frekuensi buang air kecil berkurang atau justru meningkat drastis
- Urine berbuih atau berbusa
- Pembengkakan di sekitar mata, kaki, atau perut
- Anak cepat lelah dan nafsu makan menurun
Batasan Asupan Protein yang Aman
Menurut panduan gizi, kebutuhan protein anak bervariasi berdasarkan usia dan berat badan. Secara umum, anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 13 gram protein per hari, sementara anak usia 4–8 tahun sekitar 19 gram per hari. Orang tua disarankan untuk tidak memberikan suplemen protein atau makanan tinggi protein secara berlebihan tanpa konsultasi dokter.
Tips Memberikan Protein Seimbang
Untuk menjaga kesehatan ginjal anak, berikut beberapa saran praktis:
- Pilih sumber protein yang bervariasi, seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan
- Hindari memberikan daging olahan atau makanan cepat saji yang tinggi protein dan garam
- Pastikan anak minum air putih yang cukup untuk membantu ginjal bekerja optimal
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika anak memiliki kondisi khusus atau sedang dalam program diet tinggi protein
Dengan memperhatikan asupan protein secara bijak, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anak dan mencegah risiko penyakit di masa depan.