
Dalam sebuah webinar yang membahas keterkaitan antara Tuberkulosis (TBC) dan HIV, dr. Fany menekankan pentingnya pengendalian kadar gula darah sebagai langkah vital dalam proses penyembuhan pasien TBC yang juga menderita diabetes. Menurutnya, tanpa manajemen gula darah yang baik, efektivitas pengobatan TB bisa menurun drastis.
Acara yang diselenggarakan oleh Oridek News ini menyoroti tantangan penanganan ko-infeksi TBC dan HIV, serta komplikasi yang muncul ketika pasien juga memiliki diabetes. Dokter Fany menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memperlemah respons imun tubuh, sehingga bakteri TB lebih sulit diberantas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pasien dengan diabetes dan TBC memerlukan pendekatan terpadu, di mana pengobatan TB harus diiringi dengan pemantauan dan pengaturan gula darah secara ketat. Hal ini tidak hanya meningkatkan angka kesembuhan, tetapi juga mengurangi risiko efek samping obat dan resistensi.
Webinar ini menjadi pengingat bagi tenaga kesehatan dan masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penanganan holistik terhadap penyakit menular seperti TBC, terutama pada kelompok rentan seperti penderita diabetes dan HIV.