
Sebuah serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat menghantam area yang berada di dekat rumah sakit kanker anak di Iran. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, terutama dari para tenaga medis yang bertugas di lokasi tersebut.
Kesaksian Seorang Perawat
Seorang perawat yang berada di rumah sakit saat serangan terjadi menceritakan pengalaman mencekamnya. Ia menggambarkan bagaimana ledakan keras mengguncang bangunan, menyebabkan kepanikan di antara pasien dan staf. “Kami langsung berlari ke bangsal anak-anak untuk memastikan mereka aman. Suara ledakan sangat dekat, dan kami khawatir rumah sakit bisa menjadi sasaran,” ujarnya.
Perawat tersebut juga menambahkan bahwa banyak pasien anak-anak yang mengalami trauma psikologis akibat kejadian itu. “Anak-anak menangis ketakutan. Beberapa dari mereka sedang menjalani perawatan kanker yang berat, dan situasi ini membuat kondisi mereka semakin buruk,” jelasnya.
Dampak Serangan Terhadap Pelayanan Medis
Serangan ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga mengganggu pelayanan medis yang sangat dibutuhkan. Rumah sakit kanker anak tersebut terpaksa mengevakuasi beberapa pasien ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi berlangsung dalam tekanan tinggi karena ancaman serangan susulan.
Organisasi kemanusiaan internasional telah mengecam tindakan ini, menekankan bahwa rumah sakit dan fasilitas medis harus dilindungi dalam konflik bersenjata. Mereka menyerukan penyelidikan independen untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum perang.
Reaksi Pemerintah Iran
Pemerintah Iran dengan tegas mengutuk serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. “Kami akan membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB. Serangan terhadap area sipil, terutama rumah sakit anak, adalah tindakan biadab yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Sementara itu, militer AS mengklaim bahwa serangan itu menargetkan basis militer yang digunakan oleh kelompok tertentu. Namun, mereka belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan bahwa serangan tersebut mengenai area dekat rumah sakit.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap fasilitas kesehatan di zona konflik. Para ahli hukum internasional menekankan bahwa menyerang rumah sakit atau area sipil lainnya dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.