
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat telah menangani sebanyak 2.913 pasien diabetes melitus hingga tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Batu, dr. Kartika Trisnawati, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka penderita diabetes melalui berbagai program pencegahan dan pengendalian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini.
“Kami rutin mengadakan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai kelurahan. Tujuannya agar masyarakat lebih sadar akan risiko diabetes dan mau memeriksakan gula darah secara berkala,” ujar dr. Kartika.
Selain itu, Dinkes Kota Batu juga menggandeng puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan layanan konsultasi gizi serta pengobatan bagi pasien diabetes. Program ini diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut yang sering dialami penderita, seperti gangguan ginjal, jantung, dan saraf.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar penderita diabetes di Kota Batu adalah kelompok usia produktif, yakni antara 30 hingga 60 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius karena diabetes dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan menghindari konsumsi gula berlebih. Deteksi dini melalui cek gula darah secara teratur juga sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jumlah penderita diabetes di Kota Batu dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat semakin baik. Dinkes berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program-program yang telah berjalan agar hasilnya optimal.