
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim mencatat sebanyak 34 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinkes Muara Enim, melalui keterangan resminya, mengungkapkan bahwa temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan dan skrining yang dilakukan sepanjang tahun ini. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV, namun di sisi lain juga mengindikasikan masih tingginya risiko penularan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin memeriksakan diri, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi,” ujar Kepala Dinkes. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus menggencarkan program pencegahan dan penanganan HIV, termasuk penyediaan layanan konseling dan pengobatan gratis.
Dari 34 kasus yang tercatat, sebagian besar penderita adalah usia produktif. Tiga kematian terjadi karena keterlambatan penanganan dan kondisi imunitas yang sudah sangat lemah saat pertama kali terdiagnosis.
Dinkes Muara Enim berkomitmen untuk memperkuat jejaring rujukan dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi penderita HIV. Masyarakat juga didorong untuk tidak mendiskriminasi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) agar mereka bisa mendapatkan dukungan dan pengobatan yang optimal.