
Medan, Sumatera Utara – Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 134.660 kasus penyakit yang mendominasi di Kota Medan. Angka ini menjadi sorotan karena jumlahnya yang sangat tinggi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Medan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan sering kali disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala yang umum meliputi batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.
Selain ISPA, beberapa penyakit lain yang juga tercatat dalam jumlah tinggi adalah diare, demam berdarah dengue (DBD), dan hipertensi. Namun, ISPA tetap menjadi yang tertinggi dengan jumlah kasus mencapai 134.660.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Edwin Effendi, menjelaskan bahwa faktor lingkungan dan perubahan cuaca menjadi penyebab utama tingginya kasus ISPA. “Musim pancaroba dan polusi udara yang buruk membuat masyarakat rentan terkena ISPA. Kami mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan dan menggunakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Medan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti mengadakan program imunisasi, sosialisasi tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta peningkatan layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.
Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan. Dengan kesadaran dan kerja sama yang baik, angka kasus penyakit ini dapat ditekan di tahun-tahun mendatang.