
Diabetes seringkali dikaitkan dengan kerusakan pankreas, namun dampak dari kadar gula darah yang tidak terkontrol sebenarnya bisa meluas ke berbagai organ vital lainnya. Berikut adalah tujuh organ tubuh yang rentan terkena dampak buruk akibat hiperglikemia.
1. Jantung dan Pembuluh Darah
Gula darah tinggi dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, meningkatkan risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Kondisi ini juga memicu hipertensi yang semakin memperberat kerja jantung.
2. Ginjal
Nefropati diabetik adalah komplikasi serius yang terjadi ketika pembuluh darah kecil di ginjal rusak. Akibatnya, fungsi penyaringan darah menurun dan dapat berujung pada gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan dialisis atau transplantasi.
3. Mata
Retinopati diabetik menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan penglihatan kabur, perdarahan mata, bahkan kebutaan permanen.
4. Saraf (Neuropati)
Kadar gula yang tinggi merusak serabut saraf di seluruh tubuh, terutama di kaki dan tangan. Gejalanya meliputi mati rasa, kesemutan, nyeri, dan kelemahan otot. Neuropati juga bisa mengganggu fungsi organ dalam seperti pencernaan dan kandung kemih.
5. Kulit
Penderita diabetes rentan terhadap infeksi kulit, luka yang sulit sembuh, dan perubahan tekstur kulit. Sirkulasi darah yang buruk dan gangguan imunitas membuat kulit lebih mudah terinfeksi bakteri dan jamur.
6. Sistem Pencernaan
Gastroparesis diabetik terjadi ketika kerusakan saraf menghambat pergerakan lambung. Akibatnya, makanan tertahan lebih lama di lambung, menyebabkan mual, muntah, kembung, dan fluktuasi gula darah yang sulit dikendalikan.
7. Gigi dan Mulut
Gula darah tinggi meningkatkan risiko penyakit periodontal (radang gusi), gigi berlubang, dan infeksi mulut. Kondisi ini juga memperparah peradangan di seluruh tubuh dan sulit diobati jika gula darah tidak terkontrol.
Menjaga kadar gula darah tetap stabil melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan pengobatan yang tepat adalah langkah krusial untuk melindungi organ-organ tersebut dari kerusakan lebih lanjut.