
Dokter Reza Fahlevi baru-baru ini menjelaskan secara rinci mengenai lima komplikasi serius yang dapat muncul akibat gagal ginjal pada anak-anak. Kondisi ini tidak hanya mengancam fungsi ginjal, tetapi juga dapat memicu gangguan pada organ vital lainnya.
Komplikasi Pertama: Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Gagal ginjal menyebabkan tubuh tidak mampu mengatur kadar elektrolit seperti kalium, natrium, dan kalsium. Akibatnya, anak berisiko mengalami kejang otot, irama jantung tidak normal, hingga henti jantung mendadak.
Komplikasi Kedua: Retensi Cairan dan Edema
Ginjal yang tidak berfungsi optimal membuat cairan menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan ini bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, dan wajah, serta meningkatkan tekanan darah yang berbahaya bagi anak.
Komplikasi Ketiga: Anemia Akibat Kekurangan Eritropoietin
Ginjal sehat memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang pembentukan sel darah merah. Saat ginjal gagal, produksi hormon ini menurun drastis, sehingga anak mengalami anemia berat yang ditandai dengan lemas, pucat, dan sesak napas.
Komplikasi Keempat: Asidosis Metabolik
Penumpukan asam dalam darah terjadi karena ginjal tidak mampu membuang sisa metabolisme. Kondisi ini menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, dan kerusakan jaringan tubuh secara bertahap.
Komplikasi Kelima: Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Gagal ginjal kronis pada anak dapat menghambat proses pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Racun yang menumpuk dalam darah mengganggu penyerapan nutrisi dan fungsi otak, sehingga anak sulit mencapai tinggi dan berat badan ideal serta mengalami keterlambatan belajar.
Dokter Reza menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan komprehensif untuk mencegah komplikasi-komplikasi tersebut. Orang tua disarankan untuk selalu waspada terhadap gejala awal gagal ginjal pada anak, seperti perubahan frekuensi buang air kecil, bengkak, dan tekanan darah tinggi.