Lindungi Janin dari Hepatitis, Dinkes Kaltim Tingkatkan Skrining pada Ibu Hamil

Home blog Lindungi Janin dari Hepatitis, Dinkes Kaltim Tingkatkan Skrining pada Ibu Hamil
Lindungi Janin dari Hepatitis, Dinkes Kaltim Tingkatkan Skrining pada Ibu Hamil
Lindungi Janin dari Hepatitis, Dinkes Kaltim Tingkatkan Skrining pada Ibu Hamil

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengambil langkah strategis untuk mencegah penularan hepatitis sejak dalam kandungan. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat program skrining atau pemeriksaan dini pada ibu hamil di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Pentingnya Deteksi Dini Hepatitis pada Ibu Hamil

Langkah ini diambil mengingat hepatitis dapat menular dari ibu ke bayi yang dikandungnya. Jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak awal, infeksi hepatitis pada ibu hamil berisiko menyebabkan gangguan kesehatan serius pada janin, termasuk kemungkinan bayi lahir dengan kondisi hepatitis kronis.

Kepala Dinkes Kaltim menekankan bahwa skrining menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. Dengan mengetahui status kesehatan ibu sejak trimester pertama kehamilan, tenaga medis dapat memberikan intervensi yang tepat, seperti pemberian obat antivirus atau vaksinasi pada bayi segera setelah lahir.

Target dan Cakupan Skrining

Program ini menyasar seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Dinkes Kaltim menargetkan peningkatan cakupan skrining secara signifikan dalam waktu dekat. Selain itu, sosialisasi juga digencarkan kepada masyarakat, khususnya calon ibu, agar lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan ini.

  • Skrining dilakukan melalui tes darah sederhana untuk mendeteksi virus hepatitis B dan C.
  • Ibu hamil yang terdeteksi positif akan mendapatkan penanganan khusus selama kehamilan.
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis akan diberikan vaksin dan imunoglobulin dalam waktu 12 jam setelah kelahiran.

Dukungan Tenaga Kesehatan dan Fasilitas

Untuk mendukung program ini, Dinkes Kaltim memastikan ketersediaan alat skrining dan pelatihan bagi tenaga kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat, juga terus diperkuat.

Dengan langkah preventif ini, diharapkan angka penularan hepatitis dari ibu ke anak di Kalimantan Timur dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat tanpa beban penyakit hepatitis.