Pramono Resmikan Pusat Kanker RSUD Pasar Minggu, Rencana Penambahan Alat Radioterapi Masih Dievaluasi

Home blog Pramono Resmikan Pusat Kanker RSUD Pasar Minggu, Rencana Penambahan Alat Radioterapi Masih Dievaluasi
Pramono Resmikan Pusat Kanker RSUD Pasar Minggu, Rencana Penambahan Alat Radioterapi Masih Dievaluasi
Pramono Resmikan Pusat Kanker RSUD Pasar Minggu, Rencana Penambahan Alat Radioterapi Masih Dievaluasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka Pusat Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu. Peresmian ini menandai langkah signifikan dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Jakarta, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.

Dalam sambutannya, Pramono menyatakan bahwa kehadiran pusat kanker ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan biaya yang harus dikeluarkan pasien. Ia menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah rencana penambahan alat radioterapi di fasilitas tersebut. Namun, Pramono mengungkapkan bahwa pengadaan alat tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam. Pihaknya akan memastikan bahwa setiap penambahan peralatan medis benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar operasional yang berlaku.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Penambahan alat radioterapi harus melalui kajian yang komprehensif, termasuk aspek teknis, anggaran, dan sumber daya manusia yang akan mengoperasikannya,” ujar Pramono saat ditemui usai acara peresmian, Rabu (12/3).

Pusat Kanker RSUD Pasar Minggu sendiri telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti ruang kemoterapi, poliklinik onkologi, dan unit diagnostik. Dengan adanya pusat ini, diharapkan pasien kanker tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain di luar Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan ketersediaan tenaga medis spesialis onkologi. “Kami juga akan mengoptimalkan pelatihan bagi perawat dan dokter umum agar mampu memberikan pelayanan paliatif yang maksimal,” jelasnya.

Kehadiran pusat kanker ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk para penyintas kanker dan komunitas peduli kanker. Mereka berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat rujukan utama yang memberikan pelayanan paripurna bagi pasien kanker di Jakarta.

Sementara itu, terkait dengan pendanaan, Pramono memastikan bahwa anggaran untuk pengembangan pusat kanker ini sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Ibu Kota.

“Kami ingin Jakarta menjadi kota yang sehat. Investasi di bidang kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar,” pungkas Pramono.