Buleleng Tingkatkan Peran Pelajar dalam Cegah HIV/AIDS dan Narkoba

Home blog Buleleng Tingkatkan Peran Pelajar dalam Cegah HIV/AIDS dan Narkoba
Buleleng Tingkatkan Peran Pelajar dalam Cegah HIV/AIDS dan Narkoba
Buleleng Tingkatkan Peran Pelajar dalam Cegah HIV/AIDS dan Narkoba

Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, terus berupaya memperkuat keterlibatan siswa dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk melindungi generasi muda dari ancaman kesehatan dan sosial yang serius.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buleleng, Gede Wirya Atmaja, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meluncurkan program edukasi dan pembentukan satuan tugas (satgas) di sekolah-sekolah. Satgas ini terdiri dari para siswa yang dilatih untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing.

“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga subjek yang aktif dalam menyebarkan informasi dan mengawal teman-temannya,” ujar Wirya Atmaja dalam sebuah pernyataan.

Program ini mencakup pelatihan tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba, cara penularan dan pencegahannya, serta keterampilan komunikasi dan advokasi. Para siswa yang tergabung dalam satgas diharapkan mampu menjadi teladan dan memberikan edukasi yang benar kepada sesama pelajar.

Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka juga dioptimalkan sebagai wadah untuk memperkuat peran siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengembangkan karakter positif dan ketahanan diri terhadap pengaruh buruk.

Upaya ini mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Buleleng. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.

“Kami menyediakan layanan konseling dan tes HIV secara sukarela di puskesmas dan rumah sakit. Namun, peran teman sebaya sangat krusial karena mereka lebih mudah diterima dan dipercaya oleh kalangan remaja,” jelas Sucipto.

Data dari Dinas Kesehatan Buleleng mencatat bahwa kasus HIV/AIDS di kalangan usia produktif masih cukup tinggi. Sejak Januari hingga Oktober 2023, tercatat 156 kasus baru HIV dan 45 kasus AIDS di Buleleng. Sebagian besar penderitanya adalah remaja dan dewasa muda.

Dengan adanya program penguatan peran siswa ini, diharapkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan pelajar semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mengembangkan program inovatif guna melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman HIV/AIDS dan narkoba.