
Ketua Dewan Direksi perusahaan minyak goreng Taisun secara resmi menyampaikan permohonan maaf secara pribadi terkait kontroversi produk minyak goreng yang diduga mengandung senyawa pemicu kanker. Dalam pernyataannya, ia mengakui kelalaian perusahaan dalam menjaga standar keamanan pangan dan berjanji akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.
Sebagai bentuk tanggung jawab, sang ketua dewan direksi mengumumkan donasi sebesar NT$30 juta atau setara dengan sekitar Rp13,8 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk mendukung penelitian kesehatan dan kompensasi bagi konsumen yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terguncang akibat kasus ini.
Skandal ini bermula dari temuan bahwa produk minyak goreng Taisun mengandung kontaminan yang berpotensi karsinogenik. Badan pengawas setempat langsung turun tangan dan memerintahkan penarikan produk dari pasaran. Perusahaan pun kini tengah melakukan audit internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dalam memilih produk minyak goreng dan memeriksa label keamanan pangan sebelum membeli. Sementara itu, pemerintah setempat berjanji akan memperketat pengawasan terhadap industri pengolahan minyak goreng demi melindungi kesehatan konsumen.