
Pekanbaru, sebuah kota yang riuh dengan aktivitas, menyimpan kisah memilukan. Seorang nenek yang menderita stroke terlantar di rumahnya sendiri. Ironisnya, meskipun tinggal bersebelahan dengan anak dan keluarganya, mereka enggan merawatnya.
Menurut informasi yang dihimpun, nenek tersebut telah lama menderita stroke. Kondisi ini membuatnya tidak bisa beraktivitas normal dan membutuhkan perawatan intensif. Namun, keluarga yang seharusnya menjadi sandaran justru memilih untuk tidak peduli.
“Saya sudah tidak kuat merawat ibu. Saya punya urusan sendiri,” begitu kira-kira alasan yang disampaikan. Padahal, rumah mereka hanya dipisahkan oleh tembok tipis. Setiap hari, nenek itu harus berjuang sendiri, tanpa bantuan siapapun.
Kejadian ini menjadi sorotan warganet dan media sosial. Banyak yang menyayangkan sikap keluarga yang dianggap tidak manusiawi. “Bagaimana mungkin anak tega meninggalkan ibunya yang sakit?” tulis seorang netizen.
Pemerintah setempat pun turun tangan. Mereka berupaya memberikan bantuan dan memediasi keluarga. Namun, hingga saat ini, belum ada titik terang. Nenek itu masih terlantar, menunggu uluran tangan dari orang-orang yang seharusnya paling dekat.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan kota, masih ada luka yang menganga. Luka akibat hilangnya rasa kasih sayang dan tanggung jawab keluarga. Semoga ada keajaiban yang menyentuh hati keluarga untuk kembali merawat nenek yang malang itu.