Kisah 26 Tahun Hidup dengan Diabetes: Pengakuan Bos BCA Jahja Setiaatmadja

Home blog Kisah 26 Tahun Hidup dengan Diabetes: Pengakuan Bos BCA Jahja Setiaatmadja
Kisah 26 Tahun Hidup dengan Diabetes: Pengakuan Bos BCA Jahja Setiaatmadja
Kisah 26 Tahun Hidup dengan Diabetes: Pengakuan Bos BCA Jahja Setiaatmadja

Jahja Setiaatmadja, pimpinan Bank Central Asia (BCA), secara terbuka menceritakan pengalaman panjangnya bergelut dengan penyakit diabetes selama 26 tahun. Dalam pernyataannya, ia mengungkap sejumlah faktor yang berkontribusi pada kondisi kesehatannya tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Diabetes Menurut Jahja

Menurut Jahja, gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu pemicu utama penyakit yang dideritanya. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik disebut sebagai faktor dominan. Selain itu, faktor keturunan juga turut berperan dalam risiko diabetes yang dialaminya.

Pola Makan yang Tidak Terkontrol

Jahja mengakui bahwa dirinya sering mengabaikan pola makan seimbang. Makanan cepat saji dan minuman manis menjadi pilihan sehari-hari yang akhirnya memperparah kondisi gula darahnya. Ia juga jarang memeriksakan kadar gula secara rutin pada awal-awal diagnosis.

Kurangnya Aktivitas Fisik

Kesibukan sebagai eksekutif bank membuat Jahja jarang berolahraga. Duduk berjam-jam di kantor dan minimnya gerak fisik memperburuk metabolisme tubuhnya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat timbulnya komplikasi diabetes.

Pelajaran Berharga dari Pengalaman Jahja

Melalui pengalaman pribadinya, Jahja berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya, tetapi memerlukan disiplin tinggi dalam mengatur pola hidup. Kontrol medis rutin dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mengelola penyakit ini.

  • Rutin memeriksakan kadar gula darah
  • Mengatur asupan karbohidrat dan gula
  • Melakukan olahraga ringan secara teratur
  • Menghindari stres berlebihan

Kisah Jahja Setiaatmadja menjadi pengingat bahwa siapa pun, termasuk pejabat tinggi, bisa terkena diabetes jika tidak waspada. Dengan pengelolaan yang tepat, penderita diabetes tetap bisa menjalani hidup produktif dan berkualitas.