
Berdasarkan penelitian terbaru, terdapat hubungan erat antara beberapa jenis infeksi dengan munculnya jutaan kasus kanker secara global. Infeksi-infeksi ini diketahui menjadi pemicu atau faktor risiko utama bagi perkembangan sel kanker dalam tubuh manusia. Berikut adalah lima infeksi yang paling sering dikaitkan dengan tingginya angka kejadian kanker.
1. Human Papillomavirus (HPV)
HPV merupakan infeksi menular seksual yang sangat umum. Virus ini telah terbukti menjadi penyebab utama kanker serviks, serta berkontribusi pada kanker anal, orofaring, dan organ genital lainnya. Vaksinasi HPV kini menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko kanker terkait infeksi ini.
2. Hepatitis B dan C
Infeksi virus hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) dapat menyebabkan peradangan kronis pada hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Penularan kedua virus ini umumnya melalui darah, cairan tubuh, atau dari ibu ke anak saat persalinan.
3. Helicobacter pylori
Bakteri Helicobacter pylori adalah patogen yang sering menginfeksi lambung. Infeksi kronis oleh bakteri ini dapat menyebabkan tukak lambung dan peradangan berkepanjangan, yang kemudian berkembang menjadi kanker lambung. Pengobatan dengan antibiotik dapat membasmi bakteri ini dan menurunkan risiko kanker.
4. Epstein-Barr Virus (EBV)
EBV adalah virus yang menyebabkan demam kelenjar (mononukleosis). Virus ini juga dikaitkan dengan beberapa jenis kanker, seperti limfoma Burkitt, kanker nasofaring, dan limfoma Hodgkin. EBV menyebar melalui air liur dan umumnya tidak menimbulkan masalah serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.
5. Human T-cell Lymphotropic Virus Type 1 (HTLV-1)
HTLV-1 adalah retrovirus yang dapat menyebabkan leukemia/limfoma sel T dewasa (ATLL) dan penyakit neurodegeneratif. Infeksi ini lebih sering ditemukan di daerah endemis seperti Jepang, Karibia, dan beberapa bagian Afrika. Penularan terjadi melalui transfusi darah, hubungan seksual, atau dari ibu ke anak.
Dengan memahami hubungan antara infeksi dan kanker, langkah pencegahan seperti vaksinasi, pengobatan dini, dan edukasi kesehatan dapat membantu menekan angka kejadian kanker di seluruh dunia.