
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua, mencatat sebanyak 28 ibu hamil di wilayahnya terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menyikapi temuan ini, Dinkes setempat memperketat program pencegahan penularan virus dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, dr. Reynold Ubra, mengungkapkan bahwa kasus-kasus tersebut terdeteksi melalui skrining rutin yang dilakukan pada ibu hamil selama masa kehamilan. “Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan 28 ibu hamil positif HIV. Mereka kini dalam pengawasan dan mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) untuk menekan risiko penularan ke janin,” jelasnya.
Langkah pencegahan yang diintensifkan meliputi pemberian obat ARV sejak dini pada ibu hamil yang terinfeksi, persalinan dengan prosedur yang aman, serta pemberian susu formula sebagai pengganti ASI jika diperlukan. Program ini dikenal dengan istilah Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA).
“Kami ingin memastikan setiap ibu hamil yang positif HIV mendapatkan penanganan yang tepat agar bayinya lahir sehat tanpa terpapar virus. Ini adalah prioritas kami,” tambah dr. Reynold.
Selain penanganan medis, Dinkes Mimika juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para ibu hamil, tentang pentingnya pemeriksaan HIV sejak awal kehamilan. “Deteksi dini adalah kunci utama. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah penularan,” pungkasnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka penularan HIV dari ibu ke anak di Mimika masih perlu ditekan. Dengan pengawasan ketat dan pengobatan yang konsisten, diharapkan tidak ada lagi bayi yang lahir dengan HIV di wilayah tersebut.