1.271 Kasus Stroke di Situbondo Tak Tertangani, DPRD Dorong RSUD AR Segera Bangun Fasilitas Khusus

Home blog 1.271 Kasus Stroke di Situbondo Tak Tertangani, DPRD Dorong RSUD AR Segera Bangun Fasilitas Khusus
1.271 Kasus Stroke di Situbondo Tak Tertangani, DPRD Dorong RSUD AR Segera Bangun Fasilitas Khusus
1.271 Kasus Stroke di Situbondo Tak Tertangani, DPRD Dorong RSUD AR Segera Bangun Fasilitas Khusus

Sebanyak 1.271 penderita stroke di Kabupaten Situbondo masih belum mendapatkan penanganan medis yang optimal. Kondisi ini memicu keprihatinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat yang mendesak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem untuk segera membangun gedung khusus stroke.

Data Kasus Stroke yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan data yang dihimpun, angka penderita stroke di Situbondo tergolong tinggi. Namun, banyak dari mereka yang tidak tertangani secara maksimal karena keterbatasan fasilitas dan sarana penunjang. Hal ini mendorong DPRD untuk mengambil langkah cepat agar pelayanan kesehatan bagi pasien stroke dapat ditingkatkan.

Desakan DPRD kepada RSUD AR

DPRD Situbondo secara resmi mendesak pihak RSUD dr. Abdoer Rahem untuk merealisasikan pembangunan gedung khusus stroke. Menurut anggota DPRD, fasilitas yang memadai sangat diperlukan agar pasien stroke bisa mendapatkan perawatan intensif dan terpadu dalam satu lokasi. Selama ini, pasien stroke dirawat di berbagai unit yang belum terintegrasi secara khusus, sehingga efektivitas penanganan dinilai masih kurang.

  • Fasilitas khusus stroke diyakini dapat mempercepat penanganan dan rehabilitasi pasien.
  • Gedung khusus juga akan dilengkapi dengan peralatan medis modern dan tenaga spesialis yang kompeten.
  • Pemerintah daerah diharapkan segera mengalokasikan anggaran untuk proyek ini.

Harapan Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Masyarakat Situbondo berharap agar pembangunan gedung khusus stroke ini segera terwujud. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan. DPRD berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga realisasi pembangunan benar-benar terlaksana.