
Sebuah situasi yang mengkhawatirkan tengah terjadi di Papua Barat, di mana seorang bayi yang terinfeksi HIV berada dalam kondisi kritis. Menyikapi hal ini, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengambil tindakan nyata dan tidak lagi menunjukkan sikap lamban dalam menangani kasus tersebut.
Anggota DPD RI menyoroti bahwa penundaan penanganan dapat berakibat fatal bagi keselamatan sang bayi. Mereka menekankan perlunya respons cepat dan tepat dari pemerintah pusat, khususnya Kemenkes, untuk memberikan akses pengobatan dan perawatan yang memadai.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya layanan kesehatan yang responsif, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dengan HIV. DPD RI berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, dan meminta agar sistem kesehatan di daerah terpencil seperti Papua Barat diperkuat.
Dengan adanya desakan ini, publik menanti langkah konkret dari Kemenkes untuk memastikan bahwa bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang layak dan segera.