
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengambil langkah cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warganya. Kali ini, mereka memfasilitasi pengobatan seorang bayi yang menderita tumor mata untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Padang.
Bayi tersebut, yang berasal dari wilayah Kecamatan Panyabungan, didiagnosis memiliki tumor pada bagian mata. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis yang lebih serius dan spesifik, sehingga dirujuk ke RSUP Padang yang memiliki fasilitas dan tenaga ahli di bidang onkologi mata.
Kepala Dinas Kesehatan Madina, Dr. H. Masri, menyatakan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan proses rujukan ini secara intensif. “Kami berusaha memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan mendapatkan akses yang cepat dan tepat. Dalam kasus ini, kami juga memberikan bantuan biaya transportasi dan akomodasi untuk keluarga pasien,” ujarnya.
Selain biaya perjalanan, Pemkab Madina juga menanggung seluruh biaya pengobatan yang tidak tercakup oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang tengah berjuang menghadapi penyakit anaknya.
Proses rujukan ini melibatkan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, dan keluarga pasien. Tim medis dari RSUP Padang pun telah menyiapkan prosedur penanganan yang sesuai dengan kondisi bayi tersebut.
Keputusan untuk merujuk pasien ke RSUP Padang diambil setelah tim dokter di daerah melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan bahwa diperlukan penanganan yang lebih komprehensif. Tumor mata pada bayi merupakan kasus yang jarang terjadi, namun memerlukan penanganan multidisiplin mulai dari dokter spesialis anak, mata, hingga onkologi.
Pemkab Madina berharap langkah ini dapat memberikan hasil yang terbaik bagi kesehatan bayi tersebut. “Kami akan terus memantau perkembangan kondisinya dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan untuk buah hati kita ini,” tambah Kadis Kesehatan.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses kesehatan bagi warganya, terutama untuk kasus-kasus langka dan kompleks yang membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan yang lebih besar.