
Tiga asosiasi yang mewakili industri vape di Indonesia mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membuka data penelitian terkait risiko diabetes dan gangguan paru-paru yang dikaitkan dengan penggunaan rokok elektrik. Mereka meminta transparansi penuh atas temuan yang disebutkan dalam studi terbaru.
Permintaan ini muncul setelah beredarnya klaim bahwa vaping dapat meningkatkan risiko diabetes dan masalah pernapasan. Para asosiasi menilai data yang digunakan BRIN perlu diverifikasi secara independen agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, mereka menekankan pentingnya publikasi data mentah dan metodologi penelitian. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keakuratan informasi yang disampaikan kepada publik, terutama terkait dampak kesehatan jangka panjang.
BRIN sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas desakan tersebut. Namun, beberapa peneliti dari lembaga tersebut menyatakan bahwa data yang dimaksud masih dalam tahap analisis lanjutan sebelum dipublikasikan secara luas.