
Sebuah kejadian memilukan terjadi di Polrestabes Bandung, di mana seorang tahanan lanjut usia (lansia) dikabarkan jatuh pingsan di dalam sel tahanan. Yang lebih memprihatinkan, pria tersebut diketahui hanya memiliki satu ginjal.
Peristiwa ini menjadi viral setelah sejumlah informasi dan foto beredar di media sosial. Publik pun ramai menyoroti kondisi kesehatan tahanan yang rentan tersebut.
Kondisi Kritis di Dalam Tahanan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahanan lansia tersebut mengalami penurunan kondisi secara tiba-tiba dan akhirnya collapse atau drop di dalam sel. Keluarganya mengungkapkan bahwa pria itu sebelumnya telah menjalani operasi pengangkatan satu ginjal, sehingga kesehatannya sangat rentan.
Pihak keluarga dan sejumlah kalangan mempertanyakan kelayakan penahanan bagi orang dengan kondisi medis khusus seperti ini. Mereka menuntut agar kepolisian memberikan perhatian medis yang layak dan mempertimbangkan penangguhan penahanan.
Respons Pihak Kepolisian
Menanggapi viralnya kabar ini, Polrestabes Bandung buka suara. Mereka membenarkan bahwa terdapat tahanan lansia yang memiliki riwayat penyakit dan hanya memiliki satu ginjal. Pihak kepolisian mengklaim telah memberikan penanganan medis awal dan merujuknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kapolrestabes Bandung juga menyatakan akan mengevaluasi proses penahanan dan memastikan hak-hak tahanan, terutama yang memiliki kondisi kesehatan khusus, tetap terpenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pentingnya Perhatian Medis bagi Tahanan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap tahanan yang memiliki masalah kesehatan serius. Lembaga pemasyarakatan dan kepolisian diharapkan memiliki prosedur yang jelas untuk menangani tahanan dengan kondisi medis rentan agar kejadian serupa tidak terulang.