Pasca Gempa NTT, ISPA Mendominasi dengan 25.017 Kasus: Tiga Penyakit Paling Umum

Home blog Pasca Gempa NTT, ISPA Mendominasi dengan 25.017 Kasus: Tiga Penyakit Paling Umum
Pasca Gempa NTT, ISPA Mendominasi dengan 25.017 Kasus: Tiga Penyakit Paling Umum
Pasca Gempa NTT, ISPA Mendominasi dengan 25.017 Kasus: Tiga Penyakit Paling Umum

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu meninggalkan dampak kesehatan yang serius. Data terbaru menunjukkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 25.017 kasus. Angka ini jauh melampaui penyakit lainnya yang muncul akibat kondisi pascabencana.

Penyakit Utama yang Menyerang Korban Gempa NTT

Selain ISPA, dua penyakit lain yang juga menonjol adalah diare dan penyakit kulit. Ketiga penyakit ini umum terjadi di lokasi pengungsian yang padat dan memiliki sanitasi terbatas.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi momok utama karena debu, perubahan cuaca, dan kondisi tempat tinggal sementara yang kurang memadai. Gejala seperti batuk, pilek, dan demam mudah menyebar di antara para pengungsi.

2. Diare

Diare menempati urutan kedua terbanyak. Kurangnya akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang buruk memicu penyebaran bakteri penyebab diare. Kasus ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi parah, terutama pada anak-anak dan lansia.

3. Penyakit Kulit

Penyakit kulit seperti infeksi jamur dan scabies juga banyak dilaporkan. Kepadatan hunian dan kebersihan yang minim menjadi faktor utama penyebarannya.

Pemerintah daerah bersama tim medis terus berupaya menangani lonjakan kasus ini dengan mendirikan pos kesehatan dan mengedukasi warga tentang pentingnya kebersihan. Langkah pencegahan seperti penyediaan air bersih dan masker menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.