TBC Tak Hanya Serang Paru-Paru, Tulang dan Otak Juga Bisa Terinfeksi

Home blog TBC Tak Hanya Serang Paru-Paru, Tulang dan Otak Juga Bisa Terinfeksi
TBC Tak Hanya Serang Paru-Paru, Tulang dan Otak Juga Bisa Terinfeksi
TBC Tak Hanya Serang Paru-Paru, Tulang dan Otak Juga Bisa Terinfeksi

Tuberkulosis (TBC) seringkali dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, tahukah Anda bahwa bakteri penyebab TBC juga dapat menginfeksi organ lain seperti tulang dan otak? Kondisi ini dikenal sebagai TBC ekstraparu.

Bagaimana TBC Bisa Menyebar ke Organ Lain?

Bakteri Mycobacterium tuberculosis umumnya masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Pada kasus tertentu, bakteri ini dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke berbagai bagian tubuh lainnya. Ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu mengendalikan penyebaran, infeksi dapat berkembang di organ seperti tulang, sendi, otak, ginjal, dan kelenjar getah bening.

TBC Tulang: Gejala yang Sering Terlewatkan

TBC tulang biasanya menyerang tulang belakang (spondilitis TBC) dan sendi besar seperti pinggul atau lutut. Gejalanya tergantung pada lokasi infeksi, namun secara umum meliputi:

  • Nyeri tulang yang menetap dan memburuk seiring waktu
  • Bengkak atau benjolan di area yang terinfeksi
  • Kaku dan keterbatasan gerak pada sendi
  • Demam ringan, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan
  • Pada kasus tulang belakang, bisa terjadi kelainan postur (bungkuk) atau bahkan kelumpuhan jika saraf tulang belakang tertekan

TBC Otak: Infeksi yang Mengancam Jiwa

TBC yang menyerang otak disebut tuberkulosis meningitis atau TBC otak. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan segera. Gejala yang muncul dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena, antara lain:

  • Sakit kepala hebat yang tidak kunjung reda
  • Demam tinggi dan kaku kuduk
  • Mual dan muntah
  • Kejang atau penurunan kesadaran
  • Gangguan penglihatan atau pendengaran
  • Perubahan perilaku atau kebingungan

Diagnosis dan Pengobatan TBC Ekstraparu

Diagnosis TBC di luar paru seringkali lebih sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan pencitraan seperti foto Rontgen, CT scan, atau MRI, serta tes laboratorium pada jaringan atau cairan tubuh. Pengobatan utama tetap menggunakan kombinasi obat anti-TBC selama 6-12 bulan, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika Anda memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, TBC ekstraparu dapat disembuhkan sepenuhnya.