
Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) baru-baru ini memperkenalkan program inovatif bernama SMARTA. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama tingkat internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di lingkungan fakultas.
SMARTA merupakan singkatan dari Smart Multidisciplinary Advanced Research and Training Alliance. Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Melalui SMARTA, FTMM berharap dapat menjembatani pertukaran pengetahuan dan teknologi yang lebih intensif.
Fokus Utama SMARTA
Pengembangan Riset Multidisiplin
Salah satu pilar utama SMARTA adalah mendorong riset yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Dengan pendekatan multidisiplin, para peneliti diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif untuk permasalahan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pengembangan energi terbarukan.
Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas
Selain riset, SMARTA juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program pelatihan, lokakarya, dan seminar internasional akan menjadi bagian integral dari inisiatif ini. Hal ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dan dosen dengan keterampilan terkini yang relevan di tingkat global.
Dampak bagi Mahasiswa dan Dosen
Kehadiran SMARTA memberikan peluang baru bagi mahasiswa dan dosen FTMM untuk terlibat dalam proyek-proyek internasional. Mereka dapat mengakses jaringan peneliti global, mengikuti program pertukaran, serta berpartisipasi dalam konferensi bergengsi. Ini tentunya akan memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing lulusan UNAIR di pasar kerja internasional.
Dengan diluncurkannya SMARTA, FTMM UNAIR menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan dan riset multidisiplin yang berdaya saing global.