
Musim kemarau yang panjang seringkali membawa berbagai risiko kesehatan, terutama bagi si kecil. Perubahan cuaca yang ekstrem dan lingkungan yang lebih kering dapat memicu timbulnya beberapa penyakit. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui penyakit apa saja yang perlu diwaspadai agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.
8 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Saat Kemarau
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Udara yang kering dan berdebu membuat saluran pernapasan anak lebih rentan teriritasi. Virus dan bakteri penyebab ISPA mudah menyebar di kondisi seperti ini. Gejala yang sering muncul meliputi batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.
2. Diare
Meskipun identik dengan musim hujan, diare juga sering terjadi saat kemarau. Kurangnya pasokan air bersih membuat kebersihan makanan dan minuman sulit terjaga, sehingga bakteri penyebab diare mudah masuk ke tubuh anak.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD justru berkembang biak dengan baik di musim kemarau. Genangan air bersih di tempat-tempat seperti bak mandi, vas bunga, atau kaleng bekas menjadi sarang favorit nyamuk ini.
4. Penyakit Kulit
Cuaca panas dan lembap membuat anak mudah berkeringat. Jika kebersihan tidak terjaga, hal ini bisa memicu berbagai masalah kulit seperti biang keringat, kurap, atau infeksi jamur lainnya.
5. Flu Singapura (Hand, Foot, and Mouth Disease)
Penyakit yang disebabkan oleh virus Coxsackie ini mudah menular, terutama di tempat-tempat ramai seperti sekolah atau taman bermain. Gejalanya meliputi demam, sariawan di mulut, dan ruam merah pada telapak tangan serta kaki.
6. Radang Tenggorokan
Udara kering dan kebiasaan minum yang berkurang saat cuaca panas membuat tenggorokan anak menjadi kering dan mudah meradang. Radang tenggorokan bisa menyebabkan nyeri saat menelan dan demam.
7. Alergi Debu
Debu yang beterbangan di udara kering musim kemarau bisa memicu alergi pada anak yang sensitif. Gejala alergi debu meliputi bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal, dan berair.
8. Dehidrasi
Cuaca panas membuat anak kehilangan banyak cairan tubuh melalui keringat. Jika asupan cairan tidak tercukupi, anak bisa mengalami dehidrasi. Gejala dehidrasi meliputi haus yang berlebihan, air kencing sedikit dan berwarna gelap, lemas, dan pusing.
Untuk melindungi anak dari berbagai penyakit tersebut, pastikan ia selalu minum air putih yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Segera konsultasikan dengan dokter jika anak menunjukkan gejala penyakit yang mengkhawatirkan.