
Sejumlah rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, mengalami lonjakan pasien anak-anak akibat dua penyakit menular yang tengah mewabah, yaitu demam berdarah dengue (DBD) dan campak. Para tenaga medis di sana harus bekerja ekstra untuk menangani pasien yang datang silih berganti.
Kenaikan Kasus yang Memprihatinkan
Dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas kesehatan di Dhaka melaporkan peningkatan signifikan jumlah anak yang dirawat inap dengan gejala demam tinggi, ruam kulit, dan kelelahan parah. Dokter setempat mengonfirmasi bahwa diagnosis paling umum adalah DBD dan campak.
Ancaman DBD
Demam berdarah dengue masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Dhaka. Banyak pasien menunjukkan gejala berat, termasuk demam tinggi mendadak, nyeri sendi, hingga pendarahan. Rumah sakit terpaksa menyediakan ruang rawat tambahan untuk mengakomodasi lonjakan pasien.
Wabah Campak
Selain DBD, kasus campak juga meroket. Penyakit yang sangat menular ini menyerang anak-anak yang belum divaksinasi atau memiliki status gizi kurang. Gejala seperti ruam merah di kulit, batuk, pilek, dan konjungtivitis membuat anak-anak harus menjalani perawatan intensif.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan orangtua dan petugas medis. Mereka mendesak pemerintah setempat untuk meningkatkan langkah pencegahan, seperti sosialisasi vaksinasi dan pengasapan nyamuk secara berkala.