
Seorang warga Surabaya yang telah mengalami stroke selama lima tahun menjadi perhatian publik setelah disorot oleh seorang tokoh masyarakat. Kondisi ini memicu desakan agar Pemerintah Kota Surabaya tidak melepaskan tanggung jawabnya dalam menangani warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Pihak terkait menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan dan akses layanan kesehatan yang memadai bagi warga dengan penyakit kronis. Kasus ini dianggap sebagai pengingat agar kebijakan sosial dan kesehatan terus dioptimalkan tanpa mengabaikan warga yang paling rentan.
Berbagai pihak berharap agar pemkot segera mengambil langkah konkret, seperti memfasilitasi pengobatan, rehabilitasi, dan dukungan psikososial bagi warga stroke serta keluarganya. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang telah bertahun-tahun bergantung pada bantuan.