
Dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat upaya deteksi dini kanker payudara di Indonesia, Pendeta David Waromi bersama Universal Prognostics resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di kompleks Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Penandatanganan ini menandai komitmen kedua pihak dalam menghadirkan teknologi diagnostik yang lebih akurat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan penyebarluasan metode deteksi awal kanker payudara yang dapat membantu para wanita mendapatkan diagnosis lebih cepat. Dengan deteksi dini, angka kesembuhan dapat meningkat signifikan, sehingga inisiatif ini diharapkan mampu menekan angka kematian akibat kanker payudara di Tanah Air.
Acara penandatanganan tersebut mendapat perhatian khusus dari sejumlah anggota DPD RI yang hadir memberikan dukungan. Mereka menilai langkah konkret ini sangat relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih minim akses terhadap layanan skrining kanker.
Pdt David Waromi, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan teknologi terbaik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari mereka yang paling rentan,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Universal Prognostics menambahkan bahwa pihaknya akan menyediakan platform berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis risiko kanker payudara secara lebih dini dan non-invasif.
Langkah ini pun disambut positif oleh para pengamat kesehatan. Mereka berharap kerja sama tersebut dapat menjadi model bagi kolaborasi serupa antara sektor swasta, komunitas keagamaan, dan pemerintah dalam mengatasi tantangan kesehatan nasional. Ke depan, program-program edukasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan di daerah juga direncanakan agar implementasi deteksi dini bisa berjalan efektif.