
Para peneliti dari Universitas Airlangga telah mengembangkan metode baru untuk mengidentifikasi kanker kulit melalui analisis citra dermoskopi. Metode ini menggunakan fitur fraktal dan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk meningkatkan akurasi deteksi dini kanker kulit.
Pendekatan Inovatif dalam Deteksi Dini
Dalam studi terbaru mereka, tim peneliti memanfaatkan citra dermoskopi—gambar beresolusi tinggi dari permukaan kulit—dan menganalisis tekstur serta pola menggunakan fitur fraktal. Fitur fraktal mampu menangkap kompleksitas struktur jaringan kulit yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Sementara itu, GLCM digunakan untuk mengekstrak informasi tekstur dari matriks keabuan citra, seperti kontras, homogenitas, dan korelasi. Kombinasi kedua teknik ini menghasilkan model yang mampu membedakan lesi jinak dan ganas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Hasil dan Manfaat
Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mengidentifikasi kanker kulit. Dengan pendekatan ini, dokter dapat memanfaatkan teknologi citra untuk diagnosis yang lebih cepat dan akurat, sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan alat bantu diagnosa berbasis kecerdasan buatan yang lebih mudah diakses oleh tenaga medis di Indonesia.
- Pemanfaatan fitur fraktal untuk analisis pola kulit yang kompleks.
- GLCM membantu mengukur tekstur citra secara kuantitatif.
- Akurasi tinggi dalam membedakan lesi jinak dan ganas.
Dengan keberhasilan ini, Universitas Airlangga terus mendorong penelitian interdisipliner yang menggabungkan kesehatan dan teknologi untuk menjawab tantangan medis di tanah air.