
Stroke selama ini identik dengan penyakit yang menyerang orang lanjut usia. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perubahan signifikan. Dokter mengungkapkan bahwa kini stroke semakin sering ditemukan pada individu berusia 30-an tahun.
Menurut data terbaru, jumlah pasien stroke di usia produktif terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, stres berkepanjangan, dan kurangnya aktivitas fisik. Pola makan tinggi lemak dan garam, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, juga menjadi pemicu utama.
Seorang dokter spesialis saraf menjelaskan bahwa stroke pada usia muda seringkali tidak terdeteksi dini karena gejalanya dianggap sepele. Padahal, penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko kecacatan permanen. Gejala seperti mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, atau pusing mendadak harus segera diperiksakan.
Untuk mencegah stroke, disarankan menjalani pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, dan melakukan cek kesehatan secara berkala. Kesadaran akan bahaya stroke di usia muda harus ditingkatkan agar risiko dapat diminimalkan.