15 Tahun Derita Infrastruktur Rusak, Pasien Kanker Otak di Bandung Barat Harus Digotong Satu Jam

Home blog 15 Tahun Derita Infrastruktur Rusak, Pasien Kanker Otak di Bandung Barat Harus Digotong Satu Jam
15 Tahun Derita Infrastruktur Rusak, Pasien Kanker Otak di Bandung Barat Harus Digotong Satu Jam
15 Tahun Derita Infrastruktur Rusak, Pasien Kanker Otak di Bandung Barat Harus Digotong Satu Jam

Seorang pasien kanker otak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menempuh perjalanan selama satu jam dengan cara digotong oleh keluarganya. Kondisi ini disebabkan oleh infrastruktur jalan yang rusak parah selama 15 tahun terakhir.

Jalan yang menjadi akses utama menuju fasilitas kesehatan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Akibatnya, setiap kali harus berobat, pasien tersebut harus dipanggul atau digotong oleh warga sekitar dan anggota keluarga.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan

Kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung sejak 15 tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah setempat. Warga setempat mengeluhkan bahwa akses jalan ini sangat vital bagi kehidupan mereka, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan medis darurat.

Selain pasien kanker otak, warga lain juga sering kesulitan saat harus membawa orang sakit ke puskesmas atau rumah sakit. Jalan yang becek dan berlubang membuat perjalanan menjadi sangat berat dan berbahaya.

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur jalan ini. Mereka meminta agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar akses menuju fasilitas umum, terutama kesehatan, menjadi lebih mudah dan aman.

Kisah pasien kanker otak ini menjadi cerminan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa akses jalan yang layak, hak dasar warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat.