
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sleman mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan sehari-hari sebagai langkah pencegahan kanker sejak dini. Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka kejadian kanker di masa mendatang.
Ketua YKI Sleman, dr. Hj. Endang Sri Wahyuni, Sp.PD, menekankan bahwa pencegahan kanker tidak hanya soal menghindari faktor risiko, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat. Ia mengajak warga untuk tidak lagi menganggap kanker sebagai vonis yang menakutkan, melainkan sebagai penyakit yang bisa dicegah dan diobati jika ditemukan lebih awal.
Dalam sosialisasi yang digelar di salah satu desa di Sleman, YKI memperkenalkan program-program edukasi tentang pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta menghindari rokok dan alkohol. Selain itu, mereka juga mendorong partisipasi aktif dalam skrining kanker serviks dan payudara.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa kanker adalah penyakit yang tidak bisa dihindari. Padahal, dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan, risiko terkena kanker dapat ditekan secara signifikan,” ujar Endang dalam keterangannya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang hadir. Beberapa di antaranya mengaku baru menyadari pentingnya deteksi dini dan mulai berencana untuk memeriksakan diri secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.
YKI Sleman berencana melanjutkan program serupa ke berbagai desa lain di wilayah Sleman untuk memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan kanker secara menyeluruh.